Waduh! Malware FinSpy Intai Pengguna WhatsApp, Apa Bahayanya?

0
174
Copyright©TheNigerialawyer

Hati-Hati, Malware Berbahaya FinSpy Mengintai Pengguna WhatsApp !

Eratekno.comKabar kurang mengenakkan kini tengah menimpa WhatsApp. Ya, para pakar Kaspersky menemukan versi terbaru alat pengawasan berbahaya yang canggih bernama FinSpy yang disebutkan bahwa malwar ini bisa mengintai para pengguna WhatsApp.

Impan terbaru FinSpy bisa berfungsi pada iOS dan Android serta memantau aktivitas hampir seluruh layanan pesan populer bahkan yang dienkripsi seperti WhatsApp dan menyembunyikan jejaknya jauh lebih baik dari sebelumnya.

Alat ini memungkinkan penyerang untuk memata-matai semua aktivitas ponsel dan mengekstrak data sensitive, seperti lokasi GPS, pesan, gambar, panggilan dan lainnya.

Baca juga : Jangan Khawatir ,Berikut Ini Cara Mengetahui WhatsApp Diretas dan Solusinya !

FinSpy merupakan alat perangkat lunak yang sangat efektif untuk sebuah pengawasan yang ditargetkan diringi dengan rekam jejaknya, misalnya mencuri informasi dari LSM Internasional. Menurut telemetri Kaspersky beberapa lusin ponsel telah terinfeksi selama setahun terakhir ini.

“Pengembang di belakang FinSpy terus memantau pembaruan keamanan pada platform seluler dan cenderung dengan cepat memperbarui program berbahayanya agar operasi mereka tidak diblokir oleh perbaikan,” kata Peneliti Keamanan di Kaspersky Lab, Alexery Firsh seperti dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/7/2019) di lansir dari DetikNet.

Copyright©Kaspersky Lab

Sementara itu fungsi dasar malware ini mencakup pemantauan hampir tak terbatas dari aktivitas perangkat, seperti geolokasi, seluruh pesan masuk dan keluar, kontak, media yang tersimpan dalam ponsel dan data dari layanan pesan seperti WhatsApp.

Baca juga : WhatsApp Segera Rilis Fitur Baru Untuk Edit Foto, Seperti Apa?

Versi malware terbaru yang diketahui telah memperluas fungsi pengawasannya ke layanan pengiriman pesan tambahan, seperti Telegram, Signal atau Threema. Bahkan mereka juga lebih mahir dalam menutupi jejaknya.

Contohnya, malware iOS yang menargetkan iOS 11 dan versi lebih lama kini bisa menyembunyikan tanda-tanda jailbreak. Sedangkan versi baru untuk Android berisi eksploit yang mampu memperoleh hak akses root yang hampir tidak terbatas, akses lengkap ke seluruh file dan perintah pada perangkat yang tidak di-unrot.

Menurut Kaspersky agar bisa menginfeksi smartphone berbasis Android dan iOS, penyerang memerlukan akses fisik ke ponsel atau perangkat yang sudah di jailbreak/diroot sebelumnya. Namun untuk ponsel yang di-jailbreak / di-root setidaknya ada tiga kemungkinan vektor infeksi, yaitu: pesan SMS, email, atau push notifications.

Baca juga : Berikut Ini Cara Cegah Malware Agent Smith Yang Nyamar Jadi WhatsApp di Smartphone Android !