Waduh ! Ratusan Aplikasi Android Bawaan Ini Malah Bikin Ponsel Rentan Dihack !

0
139
Copyright©DetikNet

Peneliti Temukan 146 Aplikasi Bloatware Ini Justru Punya Banyak Celah Keamanan Lho !

Eratekno.comSmartphone tanpa ada aplikasi memang bagaikan pepatah sayur tanpa garam. Karena tanpa adanya aplikasi HP Android tak bisa menjalankan fungsinya dengan maksimal.

Dan di ketahui setiap kita membeli HP Android terbaru selalu terpasang aplikasi Android bawaan atau biasa di sebut aplikasi bloatware di perangkat tersebut. praktik ini sudah lama di lakukan oleh para vendor selama beberapa tahun terakhir ini.

Tak hanya di smartphone Murah saja, melainkan smartphone kelas premium alias flagship juga punya aplikasi Android yang tak bisa di uninstall tersebut. Namun sayangnya belakangan ini di temukan sebuah hal yang sangat mengejutkan dari aplikasi bloatware tersebut.

Baca juga : HP Android-mu Lemot? Install Aplikasi Android Ini Agar Performanya Lancar Kembali

Perusahaan riset keamanan Kryptowire baru-baru ini merilis laporannya pada tahun 2019 tentang status perangkat lunak dan firmware yang di pasang oleh para vendor untuk HP Android mereka. Perusahaan tersebut melaporkan ada lebih dari 140 bug yang bisa di eksploitasi untuk tujuan jahat.

Copyright©droidlime

Sementara itu di lansir dari laman Engadget pada Minggu, 17 November 2019, setidaknya ada 146 aplikasi Android bawaan alias bloadware yang ada di smartphone murah bisa di eksploitasi oleh para peretas untuk menguping melalui mikrofon, secara sepihak mengubah izin aplikasi hingga secara diam-diam mengirimkan data kembali ke pabrikan tanpa pernah memberi tahu pengguna.

Kyptowire menemukan bug ini pada ponsel dari 29 pabrikan yang berbeda yang relative tidak di kenal seperti Cubot dan Doogee ke perusahaan kelas atas termasuk Sony.

Baca juga : Tak Disangka, 15 Aplikasi Android Antivirus Populer Ini Ternyata Berbahaya Lho!

Dan mengingat bahwa rata-rata Android hadir dengan 100 hingga 4000 aplikasi Android yang sudah terpasang sebelumnya, kerentanan ini menimbulkan ancaman yang makin besar bagi pengguna.

Menurut CEO Kryptowire yakni Anglos Stavrou sebenarnya hal ini bisa di kendalikan oleh pihak Google.

“Google dapat menuntut analisis kode yang lebih menyeluruh dan tanggung jawab vendor atas produk perangkat lunak mereka yang memasuki ekosistem Android,” katanya. “Legislator dan pembuat kebijakan harus menuntut agar perusahaan bertanggung jawab karena membahayakan keamanan dan informasi pribadi pengguna akhir.”

Baca juga : Copot Sekarang Juga, 7 Aplikasi Android Ini Ternyata Mengandung Malware Berbahaya !