Waspada ! Ada Malware Menyamar Jadi Aplikasi Telegram Melalui Iklan !

0
523
[email protected]

Awas, Malware Menyamar Jadi Aplikasi Telegram Melalui Iklan !

Eratekno.com – Aplikasi pesan instan Telegram baru-baru ini memiliki “kembaran” yakni Teligram. Dimana aplikasi tersebut yang tersedia di Google Play serta dapat diunduh secara bebas. Terlihat sepintas tampilan dari Teligram tersebut yang mirip dengan Telegram.

Tetapi awas jangan sampai terkecoh. Para ahli yang bekerja di perusahaan antivirus Symantec yang menemukan fakta yakni aplikasi tersbeut merupakan jelmaan dari malware yang berfungsi sebagai aplikasi pesan isntan yang menjalankan malware-di-background.

Baca Juga : Merasa Iri, Bos Telegram Tanyakan Kenapa WhatsApp Tak Diblokir ?

Bukan itu saja, dalam aplikasi tersebut juga terdapat bermacam iklan. Malware yang menyelinap dalam Teligram yakni Trojan.Gen.2. yang secara sengaja dibuat dengan menggunakan open source code Telegram yang disebarkan pada toko pihak ketiga.

telegram
[email protected]

Satu-satunya perbedaan, paling tidak sekilas, adalah pengejaan Telegram yang salah, dengan huruf ‘i’ menggantikan huruf ‘e’ dan ikon yang sedikit berbeda,” ucap John Hou, Symantec’s Security Technology and Response (STAR), dikutip dari Lifehacker, Selasa, 16 Januari 2018.

John yang mengingatkan, sekali pengguna telah menginstal aplikasi tersebut, maka malware yang berada didalam aplikasi akan digunakan oleh hacker (peretas) untuk menginstall backdoor, dengan jebakan iklan atau melakukan kejahatan lain.

Dengan begitu, pengguna bakal dibuat kesulitan untuk memebedakannya. Antara Telegram dan Teligram yang menampilkan iklan tersebut.

Baca Juga : Bos Telegram Buka Suara Usai Layanan Telegram Diblokir di Iran!

Keluar dari itu semua, mengawali tahun 2018, CEO Telegram Pavel Durov yang dibuat Pusing Tujuh Keliling lantaran pemblokiran akses layanan pesan instan Telegram yang dilakukan oleh iran. Sebab Telegram diduga dapat memicu kekerasan atas situasi yang berada di Iran yang sedang memanas.

Diketahui memang sejumlah aksi demonstrasi antipemerintah yang berujung dengan tindakan kekerasan yang ramai di negara tersebut. yang disebabkan melemahnya kondisi ekonomi.

Sejak saat itu, Telegram diblokir ratusan channel bermuatan kekerasan hampir setiap harinya sehingga hal tersebut dilaporkan oleh channel @isiswatch. Sehingga pemerintah mengambil kebijakan dengan memberhentikan layanan pesan isntan Telegram tersebut.

Baca Juga : Telegram Update, Bisa Aktifkan Fitur Multiple Account Lho!