Demi Usir Babi Hutan, Korea Selatan Rela Gunakan Teknologi 5G ! Seperti Apa

0
382
[email protected]

Di Korea Selatan Teknologi 5G Digunakan Untuk Usir Babi Hutan !

Eratekno.com – Operator telekomunikasi Korea Selatan Kt Corp yang telah menerapkan teknologi anyar 5G di pedesaan dekat lokasi Olimpiade Musim Dingin. Teknologi 5G yang digunakan untuk mengusir hewan buas disekitar lokasi game.

Baca Juga : Samsung dan Vendor Lainnya Siap Hadirkan Smartphone Dengan Layanan 5G

Ada puluhan ribu hewan buas mengamuk yang merusak ladang kentang serta wortel dan berpotensi mengancam keselamatan wisatawan Olimpiade. Diketahui jika kemampuan 5G untuk menyampaikan informasi yakni jika memungkinkan jaringan melampaui apa yang mungkin dengan 4G.

Teknologi 5G
Copyright©Reuter

Babi hutan liar adalah hewan yang sangat cerdas dan Anda membutuhkan alat yang lebih cerdas untuk menakut-nakuti mereka,” kata Han Taek-sik, seorang insinyur jaringan KT Corp dilansir di Bloomberg, Selasa (13/2).

Saat berbincang dengan penduduk Pyeongchang, para petani menyatakan jika mereka menginginkan teknologi tersebut untuk memperbaiki mata pencaharian mereka, sebab babi hutan merupakan musuh bagi petani terbesar. Secara nasional, ada tiga orang tewas dan 21 mengalami luka-luka, akibat serangan babi hutan antara tahun 2012 dan 2016, menurut informasi dari kementerian lingkungan Korea Selatan.

Baca Juga : 18 Vendor Teknologi Dunia Dipastikan Adopsi Modem 5G Qualcomm !

Pertama di dunia atau tidak, 5G tidak berarti apa-apa jika tidak membantu kita melakukan pertanian yang lebih baik,” kata Kim Hyun-ji, seorang penghuni yang menangani urusan administratif untuk desa tersebut. “Kami senang kami tidak perlu lagi mengandalkan pemburu dan kabel listrik. ”

Dimana metode kuno untuk mengatasi hewan tersebut tidak dapat berjalan dengan baik. Sehingga pemerintah mengizinkan perburuan terhadap hewan tersebut, tetapi hal itu juga masih belum mampu untuk menghentikan babi hutan serta dapat menarik protes dari aktivis hewan.

Banyak para petani yang memasang pagar listrik untuk melindungi lahan mereka, tetapi cara tersebut tergolong tidak aman, sebab setidaknya ada sembilan orang telah tersengar listrik secara tidak sengaja menyentuh pagar.

Sistem 4G saat ini juga dak dapat membedakan babi hutan dari manusia atau rusa, sehingga kualitas gambar yang dikirim dari mereka tak begitu baik sehingga tak dapat dianalisa untuk mendapatkan kecerdasan pada babi hutan.

Baca Juga : Chipset ReefShark Diluncurkan Nokia Untuk Mendukung Jaringan 5G, Seperti Apa?