Memang Canggih, Cina Umumkan Lisensi Jaringan 5G pada 2019 ?

0
460
[email protected]

Haus Teknologi, Cina Luncurkan Lisensi 5G pada 2019 ?

Eratekno.com – Pemerintah Cina belakangan ini yang diperkirakan bakal mengumumkan lisensi jaringan 5G untuk beberapa operator telekomunikasi pada semester kedua 2019, setelah negara tersebut berupaya mengomersialkan teknologi komunikasi bergerak dalam generasi anyar tersebut.

Baca Juga : Besutan Anyar, Nokia Ciptakan Prosesor Baru untuk Jaringan Telekomunikasi ?

Kami akan menjadi kelompok negara pertama yang mengeluarkan lisensi 5G di dunia. Kemungkinan besar pada semester kedua 2019 hingga semester pertama 2020,” kata Wang Zhiqin, selaku Wakil Direktur Akademi Teknologi Informasi dan Komunikasi Cina (CAICT), lembaga kajian yang berafiliasi dengan Kementerian Industri dan Teknologi Informasi Cina (MIIT), Kamis.

Copyright©pedomanku

Dalam waktu yang lalu, Cina yang selalu berada di belakang sejumlah negara lain yang telah meluncurkan lisensi 4G dan 3G. bahkan Cina yang tertinggal tiga sampai dengan delapan tahun dari sejumlah negara pioner teknologi informasi dan komunikasi.

Cina kemungkinan juga akan mendistribusikan pita frekuensi pada semester kedua tahun ini sehingga akan mempercepat pembangunan jaringan 5G,” kata Wang eslaku Kepala Tim Promosi IMT2020 (5G) yang dibuat di bawah MIIT untuk mempercepat struktur  pembangunan teknologi informasi super cepat di daratan Cina yang seperti ditulis oleh China Daily.

Sebelumnya, perusahaan telekomunikasi ZTE yang telah menggelontorkan dananya sebesar 20 miliar RMB (Rp 42 triliun) untuk mengembangkan produk teknologi yang berbasis jeringan 5G di Nanjing, Provinsi Jiangsu. “Teknologi 5G lebih cepat ratusan kali daripada 4G. Teknologi ini merupakan industri komunikasi mobile masa depan,” kata Wakil Direktur Eksekutif ZTE, Pang Shengqing.

Baca Juga : Nokia Percaya Diri Bakal Jadi Penguasa di Era Jaringan 5G ?

Menurutnya, perusahaannya yang sudah memiliki lebih dari 20 mitra kerja teknologi 5G di seluruh dunia. “Proyek ini diharapkan bisa menghasilkan nilai produksi 40 miliar RMB (Rp 84 triliun) setelah beroperasi pada 2022,” kata Pang.

Sedangkan untuk Indonesia yang juga beberapa tahun kedepan bakal menghadirkan jaringan 5G, dimana pengguna saat ini yang masih didukung dengan jaringan 2G dan 3G. menurut Kepala Seksi Penataan Alokasi Dinas Bergerak Darat Kementerian Komunikasi dan Informatika Adis Alifiawan, dimana teknologi jaringan 2G dan 3G yang dipastikan kalah efisien ketimbang teknologi 4G dan 5G.

Hal tersebut bakal dilakukan secara bertahap, untuk mengganti jaringan 2G dan 3G dengan sangat haati-hati, mengingat masih banyak pengguna gawai 2G/3G only.

Baca Juga : Genjot Persiapan, Nokia Prediksi Jaringan 5G Bakal Diproduksi Setahun Lebih Cepat