Perbedaan Gaya Foto ‘Zaman Old’ dengan ‘Zaman Now’, Seperti Apa?

0
499
foto
copyright©kompastekno

Harus Tunggu Cukup Lama Dulu, Ini Bedanya Gaya Foto ‘Zaman Old’ dan ‘Zaman Now’

Eratekno.com – Menantikan selama 10 menit demi memotret pemandagan kota Paris saat itu dilakukan oleh Lousi Daguerre. Namun siapa sangka penantiannya tersebut jutru kini tercatat menjadi salah satu momen terindah dalam sejarah.

Cukup diketahui saat itu, Louis hendak memotret kawasan Place de la Republique di ibu kota Perancis. Ia membutuhkan waktu setidaknya 10 menit sampai gambar terekam sempurna. Namun secara tak diduga, saat itulah ada orang lewat dan tak sengaja terpotret.

Baca juga : Siapa Berminat? Ini Nih Smartphone SPC Kamera Selfie Ganda Seharga Rp 900 Ribu

Foto yang diambil pada tahun 1839 tersebut menjadi foto pertama dengan manusia sebagai objeknya. Sejak itulah tren berfoto dengan manusia sebagai obyeknya terus berkembang. Gaya dalam berfoto pun berbeda pada tiap zamannya dan dengan kemajuan teknologi, khususnya dalam fotografi, diduga turut memengaruhi gaya berfoto. Lalu apa Pernakah Anda memerhatikan mengapa orang zaman dahuu tidak berpose atau hanya terseyum ketika difoto?

Terlihat jika hanya kaku dengan muka tegang dan raut serius pada foto zaman dahulu bukannya tanpa alasan. Banyak berpendapat jika salah satu penyebabnya yakni kemampuan kamera yang begitu lama dalam mengambil gambar. Seperti pada abad ke 19 yakni orang harus menahan pose yang cukup lama hingga khirnya mendapatkan gamabar yang terekam dengan jelas.

foto
copyright©kompastekno

Terlebih tak adanya teknologi pengatur waktu sehingga mereka tidak tahu pasti berapa lama sesi foto dapat selesai. Dikatakan oleh Tood Gustavson yakni jika disuruh memilih tentunya akan memilih pose yang paling nayaman karena untuk satu kali jepretan harus menahan pose yang cukup lama. Maka daripada tersenyum, orang-orang ‘zaman old’ cenderung mengambil pose yang paling nyaman dan terkesan datar atau bahkan terlihat dengan wajah serius.

Kemudian teknologi fotografi kian berkembang dan ini ditandai dengan lahirnya kamera film yang diproduksi oleh George Eastman. Dalam hitungan detik, kamera film membuat gambar terekam sempurna. Bukan sekadar sempurna, hasil foto yang ditangkap juga semakin jernih berkat lensa yang mumpuni. Bahkan salah satu produsen kamera yang turut andil dalam perkembangan fotografi yakni Zeiss dan perusahana asal Jerman itu berhasil emnciptakan lensa yang dpaat mengaktifkan fitur foto jernih untuk pertama kalinya.

foto
copyright©kompastekno

Kamera film yang mudah dioperasikan juga kemudian menjadi tonggak munculnya teknologi lain yang lebih canggih, seperti kamera digital, DSLR, juga mirrorless. Namun memasuki tahun 2000-an kamera bukan lagi menjadi satu-satunya alat untuk berfoto dan telepon seluler (ponsel) berinovasi dengan menghadirkan kamera di dalamnya. Berfoto pun semakin mudah dan semakin banyak pula gaya yang ditampilkan.

Baca juga : Kamera Selfie Tetap Jadi Andalan, Oppo Fokus Pada Teknologi AI di 2018

Bukan itu saja, inovasi ponsel demi memanjakan pecinta foto pun menghadirkan teknologi kamera depan. Gaya berfoto pun dieksplorasi bisa semakin variatif karena perangkat yang digunakan juga semakin mudah dioperasikan. Apalagi, dengan adanya teknologi pengatur waktu atau penangkapan gambar dengan sensor lambaian.

Bahkan pada ‘zaman now’ pengguna dapat memakai kedua kamera sekaligus pada ponsel mereka. Jadi pecinta fotografi dapat mengambil gambar di kedua sisi secara bersamaan yakni baik dari sisi depan maupun dari sisi belakang.

Baca juga : Wah Keren.. Samsung Bakal Siapkan Kamera Ganda Dengan Efek Bokeh