Pro dan Kontra Registrasi Kartu SIM Berlanjut, Sistem Keamanan Data Jadi Pertanyaan

0
257
registrasi kartu sim
copyright©nasional

Sistem Keamanan Data Registrasi Kartu SIM Dipertanyakan, Kenapa?

Eratekno.com – Kali ini pro dan kontra terus mewarnai program registrasi kartu SIM yang diadakan oleh pemerintah Indonesia. Diketahui jika program ini mewajibkan pengguna kartu prabayar untuk registrasi ulang dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK).

Pro dan kontra hingga kini terus berlanjut, jaringan penggebrak kebebasan berekspresi online se-Asia Tenggara yakni SAFEnet mengungkapakan perhatian terhadap keamanan semua data registrasi tersebut. Mengenai hal ini juga diungkapakan langsung oleh koordinator regional SAFEnet, Damar Juniarto.

Baca juga :  Makin Canggih, China Mulai Adopsi eSIM, Ponsel Tak Perlu Kartu SIM Fisik Lho!

Dia mempertanyakan kesiapan pemerintah untuk melindungi semua data pribadi yang telah terkumpul dalam program registrasi kartu SIM. Tak hanya itu, Damar juga meminta pemerintah untuk memperjelas tujuan dilakukannya daftar ulang atau registrasi kartu prabayar, mekaniseme, dan uji keamanan guna sebagai bentuk perlindungan terhadap seluruh data.

Damar pun juga mengungkapkan jika NIK dan KK berisikan banyak informasi yakni bukan hanya mengenai seseorang saja, melainkan seluruh keluarganya. Setiap NIK Warga Negera Indonesia (WNI) berisikan sekitar tujuh informasi penting mulai dari kode provinsi, kota/kabupaten, kecamatan, tanggal dan bulan lahir serta nomor komputerisasi. Sedangkan informasi yang tertera di KK tak jauh berbeda, bahkan informasi lebih rinci mulai dari nama ibu kandung, pendidikan, pekerjaan dan status perkawinan.

copyright©Liputan6

Jadi secara keseluruhan, menurut Damar semua data tersebut akan menghasilkan informasi berupa profil lengkap seseorang. Sedangkan kartu SIM sendiri diketahui berisikan ipv4/6 yakni serangkaian nomor identitas di setiap perangkat atau semacam pengelola individu yang unik.

Baca juga :  Wajib Tahu, 1 Mei Belum Registrasi Kartu SIM Prabayar, Bakal Blokir Total !

Selain itu dengan registrasi kartu SIM ini dipastikan jika pemerintah juga mendapatkan data demografi dan sebaran anggota keluarga beserta usianya, status sosial ekonomi dan status perkawainan. Dengan deimikian Damar sendiri meminta para pembuat kebijakan untuk lebih cermat di tiga aspek lain dari program ini yakni keamanan datam mitigsi dan perlindungan.

Dia juga menyampaikan jika pemeritah harus memperhatikan mengenai keamanan data dan menjelaskan bentuk mitigasi jika terjadi kebocoran atau pelanggaran keamanan. ‘Jika memang data tidak bocor, apakah pernah dilakukan uji kemanan data? Dengan itu maka saya berharap UU Perlindungan Data Pribadi untuk disegerakan untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan’ ujar Damar.

Baca juga : Mudah Banget, Berikut Cara Aktifkan Kartu SIM yang Telah Diblokir