Waduh Bahaya, Teknologi AI Ternyata Dapat Disalahgunakan Oleh Penjahat Siber, Kok Bisa?

0
397
Teknologi AI
copyright©klikpositif

Penjahat Siber Bisa Menyalahgunakan Teknologi Kecerdasan Buatan, Seperti Apa?

Eratekno.com – Kali ini para peneliti menilai jika banyak penjahat memanfaatkan kemajuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence-AI). Salah satunya penjahat siber, mereka dianggap dapat mengeksploitasi teknologi tersebut untuk mebuat serangan peretasan.

Dengan melancarkan serangan tersebut, penjahat siber bisa dengan mudah menyebabkan mobil Otonomos kecelakaan aatupun mengubah pesawat tanpa awak menjadi senjata mematikan. Mengenai hal ini diungkap dalam sebuah studi yang diiuti oleh 25 teknisi dan para peneliti kebijakan publik Universitas Cambridge, Oxford dan Yale bersama dengan pakar militer dan keamanan ada Rabu 28 Februari 2018.

Baca juga :  Usai MIUI 10, Xiaomi Fokus Teknologi Kecerdasan Buatan (AI)

Studi tersebut dinilai juga menjadi peringatan datas kemungkinan penyalahgunaan teknologi AI oleh negara-negara curang, penjahat ataupun orang-orang tak bertanggung jawab. Para peneliti itu beranggapan jika penyalahgunaan kecerdasan buatan dapat menimbulkan ancaman yang segera terjadi di dalam kemanan digital, fisik ataupun politik dengan diikuti serangan skala besar yang ditargetkan sangat efesien.

Cukup diketahui jika kecerdasan buatan sendiri merupakan teknologi yang menggunakan komputer untuk mengerjakan pekerjaan yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia. Teknologi ini dianggap sebagai teknologi yang dapat memecahkan masalah teknis. Namun disisi lain juga memunculkan perdebatan mengenai apakah fungsi otomatisasinya dapat mengakibatkan pengangguran yang luas atau perubahan sosial lain.

Teknologi AI
copyright©liputan6

Kemudian para peneliti sendiri membahas perkembangan riset akademis mengenai keamanan kecerdasan buatan serta menghimbau pemerintah, pakar teknis dan kebijakan untuk berkolaborasi mengatasi masalah ini. Disebutkan oleh mereka jika kemampuan teknologi AI dalam membuat gamber, teks dan audio dapat meniru identitas orang lain secara online.

Baca juga : Wow, Intel Bakal Luncurkan Laptop dengan Teknologi 5G Tahun Depan

Mereka pun berspekualis jika kecerdasan buatan dapat digunakan membuat audio dan video palsu pejabat publik terlihat sangat realisis untuk propaganda. Studi tersebut juga berisi sejumlah rekomendasi termasuk mengatur kecerdasan buatan sebagai teknologi penggunaan ganda, yakni militer dan komersial. Salah satunya seperti tahun lalu muncul video ‘deepfake’ di ranah online yang menampilkan wajah-wajah selebritis pada tubuh berebeda.

Maka dari itu guna mengamankan teknologi AI dari tangan-tangan jahat dibentuklah Open AI. Kelompok tersebut didiriikan oleh CEO Tesla Elon Musk dan investor Silicon Valley Sam Altman. Mereka mendirikan dengan fokus pengembangan kecerdasan buatan ramah yang menguntungkan kemanusiaan.

Baca juga :  Teknologi AR dan VR Mulai Dilirik Google Chrome !