Langkah Cepat, Jaga Pasokan Baterai Apple Cari Penambang Kobalt

0
280
Apple
copyright©kompastekno

Apple Bergegas Cari Penambang Kobalt Demi Pasokan Baterai iPhone dan iPad

Eratekno.com – Kini Apple dikabarkan berupaya mengamankan pasokan kobalt jangka panjang untuk perusahan miliknya. Mereka akan melakukan dengan cara melobi perusahaan penambang supaya menjual hasil kobaltnya langsung ke perusahaan Cupertino.

Cukup diketahui jika kobalt sendiri adalah materi utama pembuatan baterai lithium ion yang digunakan untuk baterai iPhone dan iPad. Dari informasi yang diapat, perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut berencana mengamankan ribuan ton metrik kobalt. Mereka bakal mengumpulkan semua itu dalam kurun waktu lebih dari lima tahun kedepan.

Utuk memuluskan rencana tersebut, Apple pun sudah melakukan diskusi pertama tahun lalu. Namun sayang, diskusi pertama tak berjalan sesuai rencana dan hasilnya mereka kini masih berupaya mencari penambang lain yang mau diajak kerjasama.

Baca juga : Pakai Lagi Logo Legendaris ‘Pelangi’, Apple Gunakan Untuk Apa?

Selain itu cukup diketahui juga jika pembuatan baterai pada sejumlah perangkat iPhone dan iPad dipercayakan kepada orang ketiga. Namun menurut kabar yang beredar baru-baru ini, Apple berencana membuat baterai sendiri. Mereka melakukan hal itu karena, mitra Apple yang membuat baterai tak dapat memastikan ketersediaan baterai yang tergantung pada jumlah kobalt.

Perusahaan asal negeri Paman Syam tersebut tercatat sebagai pengguna kobalt terbesar di dunia karena jumlah penggunaan baterai pada perangkatnya. Apabila kedepannya rencana pembelian kobalt jangka panjang bisa terwujud, maka persediaan bahan baku lithium-ion dipastikan akan memenuhi target awal. Hal ini tentunya akan berdampak langsung pada stabil atau tidaknya pendapatan perusahaan untuk beberapa tahun kedepan.

Apple
copyright©mobitekno

Bukan hanya keuntungan semata, kehadiran Apple pada sektor penambang juga disebut-sebut membawa angin segar mengenai peraturan penambang di bawah umur. Dikatakan demikian karena salah satu perusahaan teknologi terbesar didunia itu diketahui merupakan salah satu yang menentang pekerja anak-anak dibawah umur.

Sementara itu beragam perangkat elektronik yang bermunculan membuat kebutuhan perusahaan akan kobalt semakin meningkat. Tercatat jika dibandingkan tahun 2016 lalu, kebutuhan kobalt meningkat sebanyak 6,5 ton per tahun. Pada tahun 2016 lalu, konsumsi kobalt mencapai 48.900 ton per tahun dan pada tahun 2017 meningkat drastis hingga 55.400 ton.

Baca juga : Apple Bakal Luncurakan Perangkat Baru Bulan Depan, Akankah iPhone Baru?

Dari jumlah tersebut, seperempat digunakan untuk membuat lithium-ion. Angka ini dipastikan terus naik setiap tahunnya, apalagi ketika mobil listrik, power bank dan pembangkit listrik tenaga lithium-ion mulai bermunculan. Cukup diketahui kebutuhan kobalt untuk produksi peralatan tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan lithium-ion ponsel.

Sebelum Apple, sepertinya sejumlah perusahaan lain seperti BMW, Volkswagen, SK Inovattion dan Samsung dikabarkan mengambil lagkah lebih awal. Tepatnya pekan ini, perusahaan energi asal Korea Selatan Innovation menandatangani kerjasama dengan perusahaan Australia, Australia mines. Disebutkan jika SK Innovation akan membeli seluruh hasil kobalt dan Nikel Australiam Mines dalam kurun waktu 13 tahun mendatang.

Baca juga : Tak Hanya Apple, Samsung Juga Dituding Bikin Ponsel Lemot